Mengapa Gaji Selalu Terpotong BPJS Setiap Bulan?
Setiap perusahaan di Indonesia wajib mendaftarkan pekerjanya ke dalam program jaminan sosial nasional, yaitu BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Iuran ini bersifat gotong royong di mana pembiayaannya dibagi antara pihak perusahaan (porsi pemberi kerja) dan pihak karyawan (porsi pekerja).
Tabel Rincian Lengkap Persentase Iuran BPJS 2026
| Program Jaminan | Dipotong dari Gaji Karyawan | Dibayar oleh Perusahaan | Total Iuran |
|---|---|---|---|
| BPJS Kesehatan | 1.0% | 4.0% | 5.0% (Maksimal batas gaji Rp 12 juta) |
| Jaminan Hari Tua (JHT) | 2.0% | 3.7% | 5.7% (Bisa dicairkan saat resign/pensiun) |
| Jaminan Pensiun (JP) | 1.0% | 2.0% | 3.0% (Ada batas maksimal plafon gaji) |
| Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) | 0.0% (Gratis) | 0.24% - 1.74% | Sesuai tingkat risiko industri |
| Jaminan Kematian (JKM) | 0.0% (Gratis) | 0.30% | 0.30% |
| Total Potongan Karyawan | 4.0% dari Gaji Pokok | ± 10.24% - 11.74% | Kompensasi jaminan lengkap |
Contoh Simulasi Potongan untuk Gaji Rp 6.000.000
- Potongan BPJS Kesehatan (1%): Rp 60.000
- Potongan Jaminan Hari Tua / JHT (2%): Rp 120.000
- Potongan Jaminan Pensiun / JP (1%): Rp 60.000
- Total Potongan BPJS yang Tertera di Slip Gaji: Rp 240.000 per bulan.